Senin, 09 Agustus 2010

CONTOH PKM - K

KEWIRAUSAHAAN






USUL PERENCANAAN USAHA MAHASISWA



PRODUKSI TELUR ASIN DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica)
SEBAGAI PENGHILANG BAU AMIS





KETUA PELAKSANA
Nurosid

DOSEN PEMBIMBING
Drs. Uki Dwiputranto, Grad. Dip. Sc., MSc.





UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
2007
LEMBAR PENGESAHAN
USUL PERENCANAAN USAHA MAHASISWA

1. Informasi Program :


Jenis Kegiatan yang Diusulkan
Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan
Jenis output yang akan dihasilkan*)
 Barang
Telur Asin Tanpa bau amis
 Jasa

*) Beri tanda √ di depan jenis produk yang dihasilkan

2. Judul Kegiatan/Tema : Produksi Telur Asin dengan Penambahan Ekstrak Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Penghilang Bau Amis
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama : Nurosid
b. NIM : B1J004085
c. Universitas : Universitas Jenderal Soedirman
d. Fakultas : Biologi
e. Alamat Rumah/Telp : 0281640561
4. Pembimbing Kegiatan
a. Nama : Drs. Uki Dwiputranto, Grad. Dip. Sc., MSc
b. NIP : 131635649
c. Jabatan/Golongan : Lektor/ III c
d. Universitas : Jenderal Soedirman
e. Fakultas : Biologi
f. Alamat Kantor/Telp/Fax/E-mail : Jl. Dr. Soeparno No. 63 Karangwangkal Purwokerto utara
g. Alamat Rumah/Telp/Fax/E-mail : Jl. Madrani 2 B Grendeng Purwokerto utara/ 08164289199/uki_dwiputranto@yahoo.co.id
5. Anggota Pelaksana Kegiatan : 4 orang
6. Biaya Kegiatan
a. Diknas Jawa Tengah : Rp.5000.000,00
b. Iuran Kelompok : Rp. 300.000,00
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : bulan Juli sampai November 2007


Purwokerto, 28 Maret 2007

Pembimbing Kegiatan Ketua Pelaksana
Kegiatan




Drs. Uki Dwiputranto, Grad. Dip. Sc., MSc NUROSID
NIP. 131635649 NIM. B1J004085


Mengetahui,
Pembantu Rektor III Mengetahui PDIII
Universitas Jenderal Soedirman Fakultas Biologi






Drs. Kusbiyanto, M.Si. Drs. Slamet Santoso, SP. MS
NIP. 131405822 NIP. 131417945






PRODUKSI TELUR ASIN DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica) SEBAGAI PENGHILANG BAU AMIS

I. PENDAHULUAN
Produksi telur asin di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas tersebar di beberapa Kelurahan antara lain Kelurahan Pabuaran, Karangwangkal, Sumampir, Bancar Kembar, dan Grendeng. Di Purwokerto Utara, usaha ini cukup potensial untuk dikembangkan mengingat beberapa faktor yang dimilikinya antara lain besarnya jumlah bebek petelur 697 ekor pada tahun 2004 (BPS Purwokerto Utara, 2005), dan terbukanya peluang konsumen karena sebagian besar populasi penduduk di wilayah adalah mahasiswa dan warung-warung makan yang tersedia cukup banyak.
Ditinjau dari faktor pendukungnya, produksi telur asin di Kecamatan Purwokerto Utara, terutama di tempat kelurahan tersebut sudah sangat sesuai. Faktor–faktor tersebut meliputi besarnya peluang konsumen terutama mahasiswa Unsoed yaitu sebesar 24.915 jiwa berdasarkan data sekunder tahun 2006, dan masyarakat Purwokerto Utara sebesar 46.595 jiwa (BPS Purwokerto utara, 2005), Warung makan ± 700 buah atau bahkan lebih, dan adanya ternak bebek.
Seperti diketahui telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu, telur mudah diperoleh dan harganya relatif murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai makanan, tepung telur, obat, dan lain sebagainya. Telur mengandung protein 13,4%, lemak 12%, vitamin, dan mineral yang terdapat pada bagian kuningnya (Suprapti, 2002). Kuning telur juga mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh, dan sedikit mineral seperti: besi, fosfor, kalsium, dan vitamin B kompleks. Jumlah protein sebagian besar atau sekitar 50% terdapat pada kuning telur (Esti dan Sediadi, 2000).
Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60% dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein seperti albumin, ovoglobulin, mucin dan sedikit karbohidrat (Suprapti, 2002). Namun demikian, telur memiliki sifat mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun infeksi mikroorganisme melalui pori-pori cangkang telur. Melihat fakta tersebut usaha pengawetan sangat penting untuk mempertahankan kualitas telur.
Telur akan lebih bermanfaat bila direbus setengah matang daripada direbus matang atau dimakan mentah (Esti dan Sediadi, 2000). Telur yang digoreng kering juga kurang baik, karena protein telur mengalami denaturasi/rusak, berarti mutu protein akan menurun. Berkaitan dengan kualitas, Esti dan Sediadi (2000) menyatakan bahwa telur ditentukan oleh: 1) kualitas bagian dalam (kekentalan putih dan kuning telur, posisi kuning telur, dan ada tidaknya noda atau bintik darah pada putih atau kuning telur), dan 2) kualitas bagian luar (bentuk dan warna kulit, permukaan telur, keutuhan, dan kebersihan cangkang telur).
Umumnya telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih dari 2 minggu di ruang terbuka. Kerusakkan tersebut meliputi kerusakan yang nampak dari luar dan kerusakan yang baru dapat diketahui setelah telur pecah. Kerusakan pertama berupa kerusakan alami (pecah dan retak). Kerusakan lain adalah akibat udara dalam isi telur keluar sehingga derajat keasaman naik. Sebab lain adalah karena keluarnya uap air dari dalam telur yang membuat berat telur turun serta putih telur encer sehingga kesegaran telur merosot.
Kerusakan telur dapat pula disebabkan oleh masuknya mikroba ke dalam telur, yang terjadi ketika telur masih berada dalam tubuh induknya. Kerusakan telur terutama disebabkan oleh kotoran yang melekat pada cangkang telur. Namun yang dimaksud untuk membersihkan cangkang telur ternyata hanya akan mempercepat kerusakan. Jadi pada umumnya telur yang kotor akan lebih awet daripada yang telah dicuci. Selain itu, penurunan mutu telur sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan dan kelembapan ruang penyimpanan.
Upaya yang mudah dilakukan untuk mengawetkan telur adalah dengan menggunakan penggaraman. Cara ini biasanya disebut sebagai telur asin. Telur asin adalah telur utuh yang diawetkan dengan adonan yang dibubuhi garam. Dengan cara ini, telur yang diasinkan akan bersifat stabil, dapat disimpan tanpa mengalami perusakan, rasa amis akan berkurang, tanpa baubusuk, dan rasanya enak.
Secara umum produsen telur asin di Kecamatan Purwokerto Utara telah mengenal teknik pembuatan telur asin. Untuk membuat telur itu terasa asin, mereka membungkus telur segar dengan adonan serbuk bata dan garam, yang kemudian disimpan selama 12-15 hari. Namun, satu hal yang sampai saat ini menjadi kendala bagi produsen-produsen telur asin di Kecamatan Purwokerto Utara sedikit kurang disukai oleh sebagian besar masyarakat khususnya kalangan mahasiswa karena bau amis pada telur asin tersebut masih ada. Selain itu juga waktu pemrosesan pembuatan telur asin yang cukup lama menjadi salah satu kendala untuk memenuhi permintaan pasar. Untuk memperpendek waktu pemasaran, ada satu hal penting yang harus mendapat perhatian cukup yaitu upaya menipiskan cangkang telurnya.
Cangkang telur merupakan lapisan terluar penutup telur. Tebal tipisnya cangkang telur menentukan lama tidaknya pada saat pemrosesan pembuatan telur asin. Untuk mengatasi kendala lama tidaknya pemrosesan pembuatan telur adalah dengan cara menipiskan cangkang telur. Cara ini juga belum dilakukan oleh produsen telur asin di kecamatan Purwokerto utara. Berdasarkan data informasi sekunder yang diperoleh dari produsen telur di Majenang kabupaten Cilacap, telur yang ditipiskan permukaan cangkangnya, lama pemrosesan pembuatan telur asin hanya membutuhkan waktu 6-8 hari. Alat yang akan digunakan untuk menipiskan permukaan cangkang telur asin ini adalah dengan amplas.
Sementara untuk menghilangkan bau amis perlu dicari suatu bahan baku untuk menghilangkannya. Bahan yang akan digunakan tentunya memilki beberapa kriteria. Di antara kriteria yang dimiliki yaitu aman dikonsumsi bagi manusia, bersifat alami, dan tidak menimbulkan efek pada manusia. Bahan baku yang akan digunakan sebagai penghilang bau amis sebenarnya telah sering digunakan untuk menghilangkan bau amis seperti pada daging ikan. Bahan yang akan digunakan untuk menghilangkan bau amis adalah dengan kunyit.
Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah satu tanaman obat potensial (Rahardjo dan Rostiana, 2005). Selain sebagai bahan baku obat, ia juga dipakai sebagai bumbu dapur dan zat pewarna alami. Bagian kunyit yang sering digunakan adalah rimpangnya. Kunyit sangat bermanfaat sebagai antikoagulan, diare, rematik, anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah. Menurut Didinkaem (2007), kunyit sebenarnya telah digunakan sebagai bumbu dapur, yaitu untuk menghilangkan bau amis pada daging daging kambing atau sapi, daging ikan, dan daging ayam.
Kunyit sampai saat ini belum dimanfaatkan oleh produsen telur asin di Purwokerto Utara untuk menghilangkan bau amis pada telur produksinya. Berdasarkan survei di beberapa produsen telur asin, belum ada satu perusahaan telur asin pun di wilayah ini yang menghilangkan bau amisnya. Padahal jika bau amisnya dapat dihilangkan, kualitas telur asin akan meningkat. Untuk itu, kunyit yang diketahui mampu untuk menghilangkan bau amis pada daging ikan dan daging ayam, dapat diaplikasikan pula untuk menghilangkan bau amis pada telur asin. Bahkan menurut Didinkaem (2007), kunyit dapat digunakan sebagai pengawet alami karena mengandung senyawa kurkumin, desmetoksikumin, dan bisdesmetoksikurkumin yang diketahui sebagai antibakteri.
Penambahan kunyit untuk menghilangkan bau amis pada telur mudah dilakukan. Langkah paling awal adalah dengan mengekstrak rimpang kunyit dengan cara memarut atau memblender rimpang kunyit dengan penambahan air secukupnya hingga diperoleh tekstur seperti bubur. Kemudian kunyit yang telah halus diperas untuk diambil larutannya. Larutan inilah yang selanjutnya digunakan untuk menghilangkan bau amis telur asin. Setelah itu larutan kunyit ini digunakan untuk merendam telur yang sebelumnya telah diasinkan terlebih dahulu. Lama perendaman sekitar 6-8 jam. Setelah perendaman telur tersebut direbus selama 2 jam.
Dari pendahuluan di atas dapat di identifikasi beberapa masalah tersebut di atas, maka dapat di rumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Produksi telur asin di kecamatan Purwokerto utara masih berbau amis.
2. Penambahan ekstrak kunyit untuk menghilangkan bau amis telur asin di kecamatan Purwokerto belum pernah dilakukan.
3. Produksi telur asin menjadi salah satu peluang usaha bagi kader karang taruna dan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.
Kewirausahaan mahasiswa ini diadakan dengan tujuan yang hendak dicapai sebagai berikut :
1. Produksi telur asin tanpa bau amis di kecamatan Purwokerto utara.
2. Menghilangkan bau amis telur asin dengan menambahkan ekstrak kunyit.
3. Membuka peluang usaha baru bagi kalangan kader karang taruna dan mahsiswa Universitas Jenderal Soedirman.
II. ANALISIS PRODUK
Jenis produk yang akan dihasilkan dari kewirausahaan kami adalah telur asin tanpa bau amis. Karakteristik permukaan cangkang telur asin ini sedikit berbeda dengan telur asin yang lain. Jika permukaan cangkang telur telur asin pada umumnya berwarna biru, namun permukaan cangkang telur asin ini berwarna biru kekuningan. Warna kuning yang terdapat pada permukaan cangkang telur asin karena zat warna alami (berupa kurkuminoid) dari kunyit. Telur asin ini lebih unggul dibandingakan dengan telur asin yang lain, terutama dengan telur asin di kecamatan Purwokerto utara. Diantara keunggulannya adalah bau dari telur asin dari produk ini tidak amis. Bau amis pada telur asin ini akan segera dinetralisir oleh senyawa yang terdapat dalam ekstrak kunyit. Dengan tanpa bau amis pada telur asin, jumlah yang menyukai telur akan meningkat. Dengan meningkatnya jumlah yang menyukai, sehingga jumlah produksi pun akan meningkat.
Keunggulan lain yang diperoleh dari produksi telur asin ini adalah waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama. Jika proses produksi telur asin yang terdapat di Kecamatan Purwokerto utara saat ini membutuhkan waktu antara 12-15 hari, produksi telur asin produk ini hanya membutuhkan waktu antara 6-8 hari. Tentunya hal ini akan menjadi keuntungan peluang usaha yang besar, karena dapat memperpendek waktu proses pembuatan telur asin mencapai 50%. Sebelumnya produsen hanya dapat memproduksi dua kali dalam satu bulan, dengan menipiskan permukaan cangkang telur maka produksi telur asin dapat meningkat menjadi 4 kali produksi dalam satu bulan.
Telur yang akan digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan telur asin mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat langsung dibeli dari peternak bebek di desa-desa yang ada di kecamatan Purwokerto utara. Harga telur relatif murah dan terjangkau bila membeli langsung dari peternak bebek. Harga satu butir telur dari peternak bebek sebesar Rp. 600,00 yang berukuran kecil dan Rp. 800,00 yang berukuran besar. Kunyit juga mudah diperoleh dari petani di desa-desa setempat dengan harga yang relatif murah. Jika kita hendak langsung membeli kunyit dari petani harga untuk 1 kg kunyit sebesar Rp. 2000,00. Begitu pula garam dapur yang akan digunakan untuk pembuatan telur asin harganya cukup terjangkau, yaitu Rp. 1000,00 per kg. Tidak lain halnya dengan bubuk bata merah mudah di dapat dari desa setempat.
III. ANALISIS PASAR
Konsumen yang banyak menyukai telur asin sebagian besar di kecamatan Purwokerto uatara adalah mahasiswa. Kesukaan mahasiswa terhadap telur asin disamping rasanya yang lezat juga harganya cocok untuk kalangan mahasiswa. Disamping mahasiswa, masyarakat juga sebenarnya menyukai telur asin. Namun, tingkat konsumsi lebih cukup banyak mahasiswa. Telur asin dapat dikonsumsi langsung tanpa harus menggunakan nasi, karena disamping protein yang cukup tinggi juga rasa asin sebagai bumbu dan bahkan bau amis yang tidak ada akan menambah kesukaan tersendiri bagi konsumen. Telur asin merupakan salah satu makanan yang praktis siap saji, dan dapat dikonsumsi masyarakat level bawah maupun atas.
Konsumen yang menjadi target pemasaran telur asin adalah masyarakat di kecamatan Purwokerto utara. Sasarannya penjualan telur asin adalah warung-warung makan yang menjual nasi rames di Kelurahan Grendeng, Karang Wangkal, Bancar Kembar, Pabuaran, dan Sumampir yang merupakan kelurahan paling banyak mahasiswa yang kost di Kelurahan tersebut kuliah di Universitas Jenderal Soedirman. Penjualan juga akan dilakukan di pasar-pasar di Kecamatan Purwokerto Utara, seperti di pasar Glempang dan pasar Wage.
Persaingan yang terjadi pada penjualan telur asin tidak terlalu ketat. Hal ini karena jumlah produsen telur asin di Purwokerto utara belum begitu banyak. Bahkan produksi telur asin tidak bau amis belum ada di wilayah tersebut. Berdasarkan survei di beberapa produsen telur asin di Kecamatan Purwokerto utara jumlah produksi telur asin rata-rata 150 butir setiap hari, sehingga memberi peluang besar bagi produk telur asin yang kami produksi. Media promosi yang akan digunakan untuk mengenalkan produk telur asin tanpa bau amis adalah menggunakan brosur-brosur yang disebarluaskan di warung-warung makan dan pasar-pasar di Kecamatan Purwokerto Utara. Brosur-brosur juga akan disebarluaskan di Kampus-kampus untuk mensosialisasikan produk telur asin tanpa bau amis, sehingga akan lebih cepat diketahui oleh konsumen.
Target yang akan dicapai untuk penjualan selama satu tahun adalah 75 % warung makan di sekitar Purwokerto Utara dapat disuplai oleh produk telur asin tanpa bau amis. Sehingga masih tetap memberi peluang kepada produsen lain untuk mensuplai langganan warung makan di keacamatan Purwokerto Utara. Strategi pemasaran yang akan diterapkan adalah dengan pelatihan kepada 8 kader karang taruna dan 8 mahasiswa untuk perluasan usaha melalui sosialisai lewat brosur-brosur, promosi makan telur gratis, penjualan ke warung makan, penyebaran quisioner kepada responden konsumsi telur asin tak berbau amis, dan evaluasi.
Keuntungan dari produksi telur asin ini salah satunya adalah untuk memberi peluang perluasan usaha untuk kalangan mahasiswa. Karena selain dari tim pelaksana yang akan melaksanakan program ini, dari Tim akan melakukan perluasan usaha untuk kalangan mahasiswa lain. Mahasiswa yang akan dilibatkan untuk perluasan usaha ini berjumlah 8-16 orang. Strategi yang akan dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan usaha baik kepada mahasiswa maupun masyarakat sekitar terutama kader Karang Taruna dan mahasiswa tentang bagaimana cara membuat telur asin yang tanpa bau amis, tidak memerlukan waktu yang lama dan teknik pemasarannya.

IV. ANALISIS PRODUKSI
Bahan baku yang akan digunakan adalah telur bebek yang akan dibeli dari peternak bebek di desa-desa Kecamatan Purwokerto Utara. Jumlah telur yang akan digunakan untuk produksi telur asin 1100 butir setiap kali produksi. Satu bulan rencana akan melakukan 4 kali produksi. Bahan penolong yang digunakan adalah rimpang kunyit, garam dan serbuk bata merah. Kunyit yang akan digunakan setiap satu bulan adalah 36 kg. Garam yang akan digunakan 156 kg untuk 4 kali produksi. Serbuk bata merah yang akan digunakan sebanyak 25 kg. Peralatan yang akan digunakan adalah amplas berjumlah 15 lembar 4 untuk kali produksi, blender 1 unit, baskom 4 unit, pisau dapur 5 unit, stempel 1 unit, tinta 1 botol, kertas bekas 1 kg, dandang 2 unit, kompor 2 unit, kemasan 400 unit.
Pasokan bahan baku pembuatan telur asin seperti telur bebek berasal dari peternak telur, kunyit didapat dari petani kunyit atau pasar-pasar terdekat. Pasokan bubuk bata merah dari Kelurahan Karangwangkal di Kecamatan Purwokerto Utara. Garam dapat dibeli di pasar-pasar terdekat.
Proses produksi telur asin tanpa amis adalah sebagai berikut:
Persiapan Bahan dan Peralatan
Sebelum pembuatan telur asin dilakukan, semua alat dan bahan yang diperlukan dipersiapkan dan diletakan di tempat yang dekat agar mudah terjangkau.
Penipisan Permukaan Cangkang Telur
Telur itik yang telah dipersiapkan direncanakan sebanyak 1100 butir. Telur dibersihkan kotorannya jika masih ada yang menempel dipermukaan cangkang. Kemudian permukaan cangkang telur di gosok dengan menggunakan amplas. Caranya dengan menggosokkan amplas pada permukaan cangkang telur sambil memutar telur agar cangkang telur tipis di semua bagian. Setelah benar-benar tipis, telur-telur tersebut ditaruh di baskom.
Pembuatan Adonan Pasta Bata Merah
Adonan pasta bata merah dibuat dengan cara mencampur bubuk bata merah dan garam ke dalam baskom dan diaduk dengan menambahkan air secukupnya. Adonan pasta ini tidak terlalu encer karena digunakan untuk membungkus telur yang akan dibuat. Garam, air dan bubuk bata merah diaduk hingga benar-benar tercampur rata, dan siap untuk digunakan untuk membungkus telur yang telah diamplas sebelumnya.
Pembuatan Ekstrak kunyit
Kunyit yang akan digunakan untuk merendam telur asin diekstraksi terlebih dahulu. Kunyit yang akan diekstraksi diambil bagian rimpangnya, bebas dari hama dan kerusakan lain. Direncanakan akan mengekstraksi kunyit sebanyak 5 kg. Kunyit bersihkan dari kotoran yang masih menempel pada kulit rimpang, kemudian di cuci dengan air bersih yang mengalir. Rimpang kunyit yang telah dicuci bersih kemudian dipotong menjadi bagian kecil-kecil untuk diblender. Hasil potongan diblender sampai halus dengan menambahkan air bersih secukupnya sampai didapat tekstur seperti bubur. Setelah itu, bubur ditaruh ke dalam baskom yang telah disediakan sebelumnya untuk kemudian disaring dengan kain saring. Hasil penyaringan ini berupa ekstrak kunyit yang berupa larutan. Ekstrak kunyit ini yang selanjutnya digunakan untuk merendam telur asin.
Pembuatan Telur Asin
Telur yang telah diamplas dibungkus dengan adonan pasta bata merah yang telah diberi garam sebelumnya, satu–satu secara merata di seluruh permukaan telur, kira-kira setebal 2~5 mm. Simpan telur ke dalam baskom selama 6 hari. Agar telur tidak pecah, telur simpan di tempat yang bersih dan terbuka. Setelah 6 hari telur dibersihkan dari adonan pasta tersebut untuk kemudian direndam dengan ekstrak kunyit selama 8 jam. Setelah direndam, telur dicuci kembali dengan air bersih untuk menghilangkan warna kuning pada permukaan cangkang telur asin baru kemudian telur di rebus dengan cara mengukus telur asin menggunakan sarangan. Tujuan dari pengukusan telur asin ini supaya air yang terserap pada telur saat direbus tidak banyak, sehingga telur asin ini akan lebih awet. Waktu yang dibutuhkan untuk merebus telur asin selama 2 jam. Setelah itu telur asin itu matang kemudian diangkat dan ditaruh di atas kertas koran agar air yang ada di permukaan cangkang cepat kering. Telur asin yang telah kering kemudian di stempel “telur asin tanpa amis” buatan asli mahasiswa Unsoed. Telur asin kemudian siap untuk dipasarkan. Bagan produksi telur asin tanpa bau amis dapat dilihat pada lampiran 1.
Rencana produksi telur asin tanpa amis selama 1 tahun sebanyak 36 kali, dengan produksi setiap bulan 4 kali. Satu kali produksinya mencapai 1100 butir telur asin tanpa amis. Sehingga dalam satu tahun jumlah produksinya sebanyak 39.600 butir telur. Dari hasil produksi selama satu tahun diharapkan mampu menghasilkan keuntungan sebesar Rp 14. 402.587,00 dari modal awal sebesar Rp 5.300.000,00. Untuk meningkatkan perluasan usaha dan pemasaran di Kecamatan Purwokerto Utara, dilakukan pelatihan tentang pembuatan telur tanpa amis dan strategi pemasarannya. Pelatihan ini sasarannya adalah kader karang taruna di Purwokerto Utara dan mahasiswa Unsoed. Anggaran biaya yang diperlukan untuk pelatihan ini sebesar Rp 300.000,00. Adapun pelaksanaan yang akan direncanakan pada bulan kedua dari produksi awal.
V. Analisis Keuangan
A. Modal Awal
Modal awal yang dibutuhkan dalam pembuatan telur asin tanpa bau amis sebesar Rp. 5.300.000,00
1. Pembelian peralatan
Uraian Spesifikasi Jumlah produksi/bulan Harga Satuan (Rp) Biaya (Rp)
Dandang 2 - 200.000,00 400.000,00
Amplas 5 4 1.500,00 30.000,00
Kompor 2 - 40.000,00 80.000,00
Baskom besar 4 - 20.000,00 80.000,00
Blender 1 - 150.000,00 150.000,00
Pisau dapur 5 - 2.000,00 10.000,00
Stampel 1 - 20.000,00 20.000,00
Tinta 1 - 8.000,00 8.000,00
Kemasan 4 - 1.000,00 4.000,00
Brosur+Famflet 1000 - 100,00 100.000,00
Kertas bekas 1 - 1000,00 1.000,00
Total 883.000,00

2. Pembelian Bahan dan Upah Kerja
Uraian Spesifikasi Jumlah produksi/bulan Harga Satuan (Rp) Biaya (Rp)
Telur 1100 butir 4 800,00 3.520.000,00
Kunyit 9 kg 4 2.000,00 72.000,00
Garam 39 kg 4 1.000,00 156.000,00
Serbuk bata merah - - 15.000,00 15.000,00
Minyak tanah 3,5 lt 4 2.500,00 35.000,00
Upah Kerja 5 orang 4 15.000,00 300.000,00
Total 4.098.000,00
3. Pengeluaran Lain-lain
- Transportasi untuk 4 kali produksi Rp. 150.000,00
- Dana tidak terduga Rp. 169.000,00 +
Total Rp. 319.000,00
4. Total pengeluaran
- Total pengeluaran pembelian peralatan Rp. 883.000,00
- Total pengeluaran lain-lain Rp. 319.000,00
- Total pengeluaran pembelian bahan dan upah kerja RP. 4.098.000,00 + Total Rp. 5.300.000,00
B. Harga Pokok Penjualan
Harga telur asin tanpa bau amis ditetapkan sebesar Rp. 1.300,00 per butir. Harga tersebut disesuaikan dengan harga pasar telur asin biasa.
C. Hasil Penjualan
Hasil penjualan telur asin tanpa bau amis sebanyak 4400 butir adalah:
Rp 1.300,00 x 4400 = Rp 5.720.000,00
D. Keuntungan
1. Keuntungan bulan pertama
Keuntungan yang dapat diperoleh dari hasil penjualan telur asin tanpa bau amis adalah sebagai berikut:
Keuntungan = Hasil penjualan – Biaya akhir
= Rp 5.720.000,00 – Rp 5.300.000,00
= Rp. 420.000,00
Keuntungan jika dihitung dalam persen = Keuntungan Produksi x 100%
Biaya produksi

= Rp. 420.000,00 x 100%
Rp. 5.300.000,00
= 7,9 %
Catatan :
Untuk teknis peralatan diperkirakan 1 Tahun sehingga penyusutan peralatan per bulan adalah Rp. 883.000,00 : 12 = Rp 73.583,00
Dari penyusutan tersebut maka keuntungan yang diperoleh pada bulan berikutnya yaitu = Laba kotor – (pembelian bahan dan upah kerja+ transportasi +penyusutan)
= Rp. 5.720 000,00 – (Rp. 4.098.000,00 + Rp 150.000,00 + Rp. 73.583,00)
= Rp. 5.720.000,00 – Rp. 4.421.583,00
= Rp. 1.298.417,00
Keuntungan jika dihitung dalam persen = Keuntungan Produksi x 100%
Biaya produksi

= Rp. 1.298.417,00 x 100%
Rp. 4.248.000,00

= 30,56 %
Keuntungan kotor 1 Tahun = Keuntungan bulan pertama + sebelas bulan terakhir
= Rp. 420.000,00 + (11 x Rp. 1.298.417,00)
= Rp. 420.000,00 + Rp. 14.282.587,00
= Rp. 14.702.587,00
Perluasan usaha perlu dilakukan kepada masyarakat khususnya kader-kader karang taruna dan mahasiswa, dapat dilakukan dengan mengadakan pelatihan kewirausahaan. Pelatihan ini dapat dilakukan pada bulan kedua dengan anggaran biaya Rp. 300.000,00 sehingga laba bersih yang diperoleh selama 1 Tahun yaitu:
Laba bersih = Laba kotor 1 Tahun – Biaya pelatihan
= Rp. 14.702.587,00 - Rp. 300.000,00
= Rp. 14. 402.587,00
VI. Personalia dan Jadwal Kegiatan
1. Ketua Tim
- Nama : Nurosid
- NIM : B1J004085
- Fakultas/Program Studi : Biologi/Biologi Lingkungan
- Perguruan Tinggi : Universitas Jenderal Soedirman
2. Anggota Pelaksana I
- Nama : Kustini
- NIM : B1J004114
- Fakultas/Program Studi : Biologi/Biologi Lingkungan
- Perguruan Tinggi : Universitas Jenderal Soedirman
3. Anggota Pelaksana II
- Nama : Thea Yustitia S.
- NIM : B1J005030
- Fakultas/Program Studi : Biologi/Biologi Lingkungan
- Perguruan Tinggi : Universitas Jenderal Soedirman
4. Anggota Pelaksana III
- Nama : Didi Rahmanto
- NIM : B1J005110
- Fakultas/Program Studi : Biologi/Biologi Lingkungan
- Perguruan Tinggi : Universitas Jenderal Soedirman
5. Anggota Pelaksana IV
- Nama : Indra Permana
- NIM : B1J005131
- Fakultas/Program Studi : Biologi/Biologi Lingkungan
- Perguruan Tinggi : Universitas Jenderal Soedirman
6. Kompetensi SDM yang Dibutuhkan : 5 orang
7. Organisasi : UKMI Fakultas Biologi Bidang Kewirausahaan
8. Jadwal Kegiatan

No

Jenis
Kegiatan Bln Juni Juli Agustus September Oktober November
Mgg 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Persiapan
2. Pelaksanaan usaha
3. Laporan sementara
4. Penyusunan Laporan Akhir





DAFTAR PUSTAKA

BPS. 2005. Kecamatan Purwokwerto Utara dalam Angka 2005. BPS, Purwokerto Utara.
Didinkaem. 2007. Kunyit, Si Kuning yang Kaya Manfaat. Bina Muslim. www.halalguide.info.
Esti dan A. Sediadi. 2000. Telur Asin. TTG Budidaya Pertanian. http://www.ristek.go.id.
Rahardjo, M dan O. Rostiana.2005.Budidaya Tanaman Kunyit.Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika. IPB, Bogor.
Suprapti, M. L. 2002. Pengawetan Telur : Telur Asin, Tepung telur, dan Telur Beku. Kanisius, Yogyakarta.
















Lampiran 1
Bagan Produksi Telur Asin Tanpa Bau Amis






























Lampiran 2
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS

Nama dan Biodata Ketua serta Anggota
1. Ketua pelaksana
a) Nama lengkap : Nurosid
b) NIM : B1J004085
c) Tempat tanggal lahir : Banding Agung, 02 Juni 1983
d) Alamat : Banding Agung RT 01/01 Kec. Suoh Lampung Barat
e) Pendidikan
Sekolah Dasar/lulus : SD Negeri II Tuguratu Suoh /1996
Sekolah Menengah Pertama/lulus : MTS Tuguratu Suoh/1999
Sekolah Menengah Atas/lulus : SMA N I Kedungreja Cilacap/2004
f) Organisasi
1. Pengurus Ekternal Unit Penelitian Ilmiah Fakultas Biologi Unsoed tahun 2005.
2. Pengurus Humas Unit Kegiatan Mahasiswa Islam Fakultas Biologi Unsoed 2007.
g) Karya Ilmiah
1. Potensi Biji Rambutan (Nephelium lappaceum) sebagai Minuman Penurun Penderita Diabetes Mellitus (LKTI tingkat Nasional di UNS 2005).
2. Potensi Virgin Papilionaceae Oil (VPO) sebagai Alternatif Antivirus Flu Burung pada Ternak dan Manusia ( LKTM Universitas 2006)
3. Peranan Phycocyanin Gracilaria verrucosa sebagai Pewarna Alami pada Tepung Tapioka. (Usulan Penelitian ke Indo Food 2007)
4. Potensi Pati Talas (Colocasia esculenta) sebagai Bahan Baku Bioetanol Alternatif Pengganti Bensin untuk Pasokan Energi Masa Depan yang Ramah Lingkungan (Essay ke PT Ford Motor Indonesia 2007)
5. Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tepung Tapioka sebagai Gula Kristal Fruktosa (PKMP DIKTI 2007).


h) Pertemuan Ilmiah
1. Diklat pembekalan Materi Karya tulis Ilmiah di Fakultas Biologi Unsoed tahun 2004
2. LKMTD dan LKMM di Fakultas Biologi Unsoed tahun 2004/2005.
3. Pelatihan PKM Usulan Penulisan Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat di LPM Unsoed tahun 2007
i) Penghargaan ilmiah:
1. Juara II LKTM Tingkat Fakultas Biologi Univeritas Jenderal Soedirman Tahun 2006
2. Juara III LKTM tingkat Univerita Jenderal Soedirman Tahun 2006
2. Anggota pelaksana 1
a) Nama lengkap : Thea Yustitia S.
b) NIM : B1J005030
c) Tempat tanggal lahir : Ciamis, 8 September 1986
d) Alamat : Jl. Cimaragas No.12 RT 01/01 Ciamis
e) Pendidikan
Sekolah Dasar/lulus : SD Situbatu III /2000
Sekolah Menengah Pertama/lulus : SMP Negeri 1 Pataruman/2002
Sekolah Menengah Atas/lulus : SMA Negeri 1 Banjar/2005
f) Organisasi : Staf KWU UKMI Fakultas Biologi Unsoed 2007
g) Karya Ilmiah :
- Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tepung Tapioka sebagai Gula Kristal Fruktosa (PKMP DIKTI 2007).
- Pengembangan Bahan Baku Bioetanol Nabati Indigenous sebagai Sumber Energi Terbaharui (Essay ke Ford Motor Indonesia 2007)
h) Pertemuan Ilmiah :-
3. Anggota pelaksana 2
a) Nama lengkap : INDRA PERMANA
b) NIM : B1J005131
c) Tempat tanggal lahir : Ciamis, 12 April 1987
d) Alamat : Sukahaji Ciamis Jawa Barat
e) Pendidikan
Sekolah Dasar/lulus : SDN I Sukahaji/2000
Sekolah Menengah Pertama/lulus : SMP Negeri 1 Cihaurbeuti/2002
Sekolah Menengah Atas/lulus : SMA Negeri 1 Cihaurbeuti /2005
f) Organisasi :
- Staf Kaderisasi UKMI Fakultas Biologi Unsoed 2007
- Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Fakultas Biologi UNSOED (2006).
- Anggota Departemen Penelitian Unit Penelitian Ilmiah (UPI) Fakultas Biologi UNSOED (2006).
g) Karya Ilmiah :
- Potensi Kacang-kacangan (Suku Papilionaceae) sebagai Bahan Baku Biokerosin Alternatif Pengganti Minyak Tanah.
3. Anggota pelaksana 3
a) Nama lengkap : DIDI RAHMANTO
b) NIM : B1J005110
c) Tempat tanggal lahir : Cilacap, 15 Mei 1987
d) Alamat : Desa Citepus Rt 03/04 Kec. Jeruklegi Cilacap Kode pos 53252
e) Pendidikan
Sekolah Dasar/lulus : SDN Citepus 02/2000
Sekolah Menengah Pertama/lulus : SMP Negeri 1 Wangon/2002
Sekolah Menengah Atas/lulus : SMA Negeri Jatilawang/2005
f) Organisasi :
- Staff Bidang Humas Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Fakultas Biologi UNSOED Periode 2007
- Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Fakultas Biologi UNSOED (2006).
g) Karya Ilmiah : -



4. Anggota pelaksana 4
Nama Lengkap : KUSTINI
NIM : B1J004114
Tempat/Tgl. Lahir : Cirebon, 17 April 1986
Asal PTN : Fakultas Biologi UNSOED
Agama : Islam

Karya Ilmiah
1. Potensi Ekstrak Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai Minuman Penurun Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus

Pertemuan Ilmiah
1. Diklat Pembekalan Materi Karya Tulis Ilmiah Fakultas Peternakan Unsoed Tahun 2005.
2. Seminar Hasil Penelitian Fakultas Biologi Unsoed tahun 2005.
3. Latihan Kepemimpinan dan Menegerial Tingkat Dasar (LKMTD) tahun 2004 dan Latihan Kepemimpinan dan Menegerial Tingkat Menengah (LKMM) tahun 2005 Fakultas Biologi Unsoed.













jangan cuman baca aja donk, tapi di isi komen nya yah coy,,,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar